SEMUA TENTANG HIDROCHLOROTHIAZIDE

Hidroklorotiazidprodusen menjelaskan semua hal penting tentang hidroklorotiazid untuk membantu Anda mengetahuinya lebih baik.

Apa itu hidroklorotiazid?

Hidroklorotiazid(HCTZ) adalah diuretik thiazide yang membantu mencegah tubuh Anda menyerap terlalu banyak garam, yang dapat menyebabkan retensi cairan.

Untuk apa hidroklorotiazid digunakan?

Hydrochlorothiazide digunakan untuk mengobati retensi cairan (edema) pada orang dengan gagal jantung kongestif, sirosis hati, atau edema yang disebabkan oleh penggunaan steroid atau estrogen, serta tekanan darah tinggi (hipertensi).
Dosis khas hidroklorotiazid

Tekanan darah tinggi: Hidroklorotiazid dimulai dengan dosis 12,5 mg hingga 25 mg per oral sekali sehari untuk hipertensi.
Retensi cairan: Dosis hidroklorotiazid tipikal adalah antara 25 mg dan 100 mg per hari, dan dapat mencapai 200 mg untuk edema.
Kelebihan
1. Membantu membuang cairan berlebih dalam tubuh dengan membuat Anda lebih banyak buang air kecil.
2. Pilihan bagus jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan gagal jantung.
3. Memiliki sedikit efek samping.
4. Cocok untuk penderita osteoporosis karena meningkatkan kadar kalsium dalam tubuh.
Kontra
1. Membuat Anda lebih sering buang air kecil.
2. Hidroklorotiazid tidak bekerja dengan baik pada pasien dengan masalah ginjal parah.
Apa saja efek sampingnyahidroklorotiazid?

Obat apa pun memiliki risiko dan manfaat, dan Anda mungkin mengalami beberapa efek samping meskipun obat tersebut berhasil. Efek sampingnya mungkin membaik seiring tubuh Anda terbiasa dengan pengobatan. Beritahu saja dokter Anda jika Anda terus mengalami gejala-gejala ini.
Efek samping yang umum dari hidroklorotiazid termasuk pusing, tekanan darah rendah, kadar kalium rendah, dan kepekaan terhadap cahaya, dll.

Apa peringatan hidroklorotiazid?

Anda tidak boleh mengonsumsi hidroklorotiazid jika Anda alergi terhadap hidroklorotiazid atau jika Anda tidak dapat buang air kecil. Sebelum mengonsumsi obat ini, beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, termasuk penyakit ginjal, penyakit hati, glaukoma, asma, atau alergi. Jangan minum alkohol, karena dapat meningkatkan beberapa efek samping obat.


Waktu posting: 10 Juni 2022